jump to navigation

Shifting Paradigms: Antara Leka, Lupa dan Sedar March 4, 2010

Posted by Muslim Student Network in Artikel Pilihan.
trackback

…Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang…

Pencipta segala apa yang ada di langit dan di bumi..

Dialah permulaan kepada segala2nya dan kepadaNya jualah kita kembali..

Salam..alhamdulillah..tepat pada jam 12 tgh malam nie..Allah masih lagi mengasihani diri yang hina ini..yang tidak henti2 leka dengan nikmat kurniaanNya.. kadangkala, terasa bgitu rendah iman ini kalau nk dibandingkan dengan keimanan para sahabat nabi dahulu.. yang sanggup meredah apa jua demi Islam yang tercinta…

Firman Allah SWT dalam surah Ar-Rahman begitu menampar diri ini..

” Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan ? ”
” Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan ? ”
” Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan ? ”
” Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan ? ”
” Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan ? ”
” Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan ? ”
” Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan ? ”
” Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan ? ”
” Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan ? ”
” Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan ? ”
” Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan ? “

Ayat2 Allah yang disampaikanNya sebanyak 31 kali..begitu kemas tersusun dalam surah tersebut.. menjadikannya agak mustahil untuk kita terlepas pandang walaupun mungkin baru pertama kali membacanya..

Namun begitu, mari kita tanya semula kepada diri kita.. ‘ pernahkah aku mendustakan nikmat Allah ek ? Kalau ada…rasa2nya berapa banyak ? ‘

1 ?
2 ?
100 ?
1000 !!!?

Kadang2 agak mudah untuk kita menipu diri kita sendiri… padahal kebenarannya sudah jelas tersuluh di depan mata..

Tatkala ditimpa musibah dan ujian ‘kekurangan’.. siapakah agaknya yang berasa lemah dan menangis berseorangan , mengenang nasib yang tak sudah2 malang ?

Tatkala mendapat keputusan ‘exam’ yang teruk… siapakah agaknya yang mula menyalahkan lecturer dan soalan yang kononnya susah sangat ?

Dan tatkala melihat orang lain mendapat nikmat yang lebih…sedangkan diri kita lebih byk berusaha daripada dirinya..siapakah agaknya yang mula stress dan merasakan dunia ini sangat2 tidak adil kepada dirinya ?

Sedangkan dalam masa yang sama.. nikmat Allah yang berada dalam diri kita sendiri tidak pernah kita syukuri…nikmat tangan, kaki dan mata yang sempurna tidak pernah kita endahkan.. dan nikmat Allah yang terbesar, yakni Islam dan iman..tidak pula kita hargai..

Kita lebih sibuk melihat kemewahan orang lain.. termenung mengenang keadaan diri yang sentiasa malang.. padahal setiap rezeki yang diturunkan Allah kepada hambanya itu sudah ditentukanNya dari awal lg.. maka mengapa kita perlu leka menjenguk ‘benda’ yang kita tak miliki..sedangkan sudah banyak ‘benda’ yang kita terima drp Allah… namun kita tak pernah bersyukur..

Diri ini juga sama… seringkali tersungkur dengan kemewahan dunia..mengejar sesuatu yang penghujungnya membawa tidak lain, hanya kemurkaan Allah SWT… kadangkala tersedar, dan kadangkala leka semula.. mudah2an, kali ini… biarlah kesedaran ini Allah sertakan dengan kekuatan untuk tabah di jalanNya.. meskipun diselangi dengan linangan air mata..

Rakan2 pembaca semua,

Alhamdulillah… kita masih mampu mengaku betapa ‘ Tiada tuhan selain Allah, dan Nabi Muhammad itu pesuruh Allah ‘… namun begitu, berapa ramaikah agaknya insan di luar sana yang masih belum mendapat ‘nikmat’ yang terindah ini?

Yang masih belum menerima petunjuk dan hidayah Allah…
Yang masih berterima kasih kepada selain Allah yang Maha Pemurah…
Yang masih memohon pertolongan daripada selain Allah yang Maha Mendengar rintihan…

Dan yang masih bergembira di luar sana, tanpa mengenal pun siapa itu Allah…

Tetapi kita pula dustakan nikmat Allah ini 😦 … kitalah orang pertama yang menjadi lemah tatkala ujian Allah tiba.. kitalah jua yang sering takbur dan riak dengan kelebihan diri kita..padahal semuanya datang secara ‘pure’ daripada Allah SWT… Betapa sayang dan kasihNya Allah kepada diri kita.. tetapi kita pula dalam diam, mendustakan segala nikmatNya 😦 ..

Ayuh rakan2 pembaca sekalian… ‘Shift’ lah paradigm diri kita yang kadangkala terpesong ini.. bangunlah daripada mimpi2 yang tiada penghujungnya itu..sedarilah betapa diri kita ini sudah ditetapkan waktu ‘expired’ nya…tidak ada perkara yang boleh ‘guarantee’ kita masih selamat daripada ‘genggaman’ izrail walaupun selepas membaca ayat terakhir utk perenggan ini..

” Dan kalau Allah menghukum manusia kerana kezalimannya, nescaya tidak akan ada yang ditinggalkan-Nya (di bumi) dari makhluk yang melata sekalipun, tetapi Allah menangguhkan mereka sampai waktu yang sudah ditentukan. Maka apabila ajalnya tiba, mereka tidak dapat meminta penundaan atau pencepatan sesaat pun” (An-Nahl 16:61)

Alhamdulillah, masih boleh bernafas..

Masih diberi kesempatan oleh Allah utk memperbaiki diri kita…

Masih diberi peluang untuk bekerja di atas jalan-Nya yang benar..

dan masih mampu melihat wajah insan2 yang kita sayangi…

Sebelum tibanya masa…tatkala segala benda yang kita kejar di dunia ini sudah tidak bermakna lagi..dan bekalan yang ada..hanyalah ketakwaan kita kepada Allah SWT..

‘ Ya Allah, sesungguhnya kami sering jauh daripada diriMu..walaupun kami sedar betapa diriMu begitu hampir dengan diri kami..memerhati kami yang kadangkala leka dengan kebendaan dunia ini..ampunilah dosa2 kami Ya Allah..bantulah kami Ya Allah..dan masukkan lah kami dalam kalangan hambaMu yang beriman..sekiranya bukan kepada Engkau Ya Allah..maka kepada siapakah lagi kami ingin memohon keampunan 😦 ‘

Rakan2 pembaca,

Lihatlah dunia ini dengan kaca mata iman dan Islam..tempuhilah hidup ini dengan keyakinan yang kental kepada Allah SWT..cinta yang paling hakiki..cinta yang takkan pudar..dan cinta yang takkan pernah menghampakan pendamba kasihNya…

Tatkala mencari bantuan dan petunjuk Allah…janganlah kita menjadi seperti apa yang telah Allah firmankan dalam surah Yunus..

‘ Dan apabila manusia ditimpa bahaya, dia berdoa kepada Kami dalam keadaan berbaring, duduk atau berdiri, tetapi setelah kami hilangkan bahaya itu darinya, dia kembali (ke jalan yang sesat), seolah-olah dia tidak pernah berdoa kepada kami untuk (menghilangkan) bahaya yang telah menimpanya. Demikianlah dijadikan terasa indah bagi orang-orang yang melampaui batas apa yang mereka kerjakan ‘ ( Yunus 10:12 )

Rasulullah SAW pernah bersabda: “Barangsiapa yang mencintai sesuatu,nescaya dia banyak menyebut-nyebut yang dicintainya”. (HR Dailami)

Persoalannya..siapa yang selalu kita sebut2kan namanya dalam kehidupan seharian kita ? Allahu A’lam..

Insya Allah..sekali lagi..marilah kita seiring sejalan men-‘shift’-kan ketakwaan kita..paradigm kita..dan keimanan kita kepada Allah SWT..mudah2an, dengan kesedaran dan keyakinan kita kepadaNya..kita mampu menjadi pejuang Islam yang sejati..yang sentiasa sabar dan tabah dalam menghadapi ujianNya, meskipun banyak perkara yang mampu menarik kita jauh daripada ‘jalan’ itu…insya Allah..

p/s : “…Dalam ketenangan ada keresahan, dalam keresahan ada kekalutan, dan dalam kekalutan ada DIA .. untuk mengadu dan mengharap.. ” ^_^

Salam ukhuwah fillah.

Source : Brother Hazim

Advertisements

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: